#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya* <div style='background-color: #217bdb;'><a href='http://news.rsspump.com/' title=''>news</a></div>

Minggu, 20 Januari 2013

Pengertian Refleksi dan Fungsinya dalam Penelitian Tindakan

0 komentar

diarymr417,- Pada prinsipnya yang dimaksud refleksi adalah evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator atau partisipan yang terkait dengan suatu PTK yang dilakukan. Refleksi dalam PTK dilakukan pada saat memikirkan tindakan yang akan di lakukan, ketika tindakan sedang dilakukan dan setelah tindakan dilakukan. Ruang lingkup kegiatan refleksi sendiri bukan berada pada diri guru sendiri namun mencakup keseluruhan konteks pembelajaran yang dilakukan,  termasuk siswa dan lingkungannya.
Kegiatan refleksi mencakup kegiatan analisis, interpretasi dan evaluasi yang diperoleh dari kegiatan observasi. Data yang telah terkumpul dalam kegiatan observasi harus secepatnya dianalisa dan dinterpretasi sehingga dapat segera diketahui  tindakan tersebut terhadap pencapaian tujuan.  Interpretasi hasil observasi ini menjadi dasar untuk melakukan evaluasi sehingga dapat disusun langkah-langkah berikutnya dalam pelaksanaan tindakan.
Untuk lebih memperjelas  penjelasan refleksi berikut ini contoh yang dikutip dari karya Noeng Muhadjir (1996).
Seorang guru SD merasakan bahwa interaksi yang terjadi di dalam kelas lebih didominasi guru.Ia ingin mengubah kondisi ini dengan cara mencermati rancangan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa dengan menambah alat peraga dan dialog.Dari hasil pengkajian terhadap tindakan yang telah dilakukan, ternyata partisipasi yang lemah belum Nampak. Guru merancang lagi kegiatan pembelajaran berikutnya dengan memasukan kegiatan memberikan motivasi dan pujian kepada siswa yang lemah. Hasilnya cukup mengembirakan. Anak yang lemah menjadi semakin aktif dalam proses pembelajaran.
Dari kegiatan observasi diketahui diketahui bahwa pemberian motivasi dan pujian kepada siswa yang lemah menimbulkan masalah baru.Anak yang cerdas menjadi bosan karena guru banyak meladeni siswa yang lemah sehingga pelajaran berjalan dengan sangat lamban.Hal ini mendorong guru untuk melakukan refleksi untuk menganalisis dan mengevaluasi tindakan yang telah diambil. Akhirnya ia sampai kepada kesimpulan bahwa proses pembelajaran berikutnya harus diupayakan untuk melibatkan siswa yang cerdas. Tindakan yang ditempuh adalah meminta siswa yang cerdas membantu siswa yang lemah melalui kegiatan kerja kelompok.
Dalam proses pembelajaran ada anak yang cerdas cukup antusias membantu teman-temannya yang lemah, tetapi ada pula anak yang cerdas lainnya tidak nampak antusias. Ternyata terdapat lagi permasalahan.Anak cerdas yang antusias ternyata ada yang sabar, ada yang otoriter dan ada lagi yang bersifat egois.Ia kerjakan kelompoknya seorang diri tanpa mengikutsertakan temannya yang lain. Sementara itu, satu anak cerdas yang tidak antusias terlihat malas dan tidak mau membantu teman-temannya.
Pada kesempatan pembelajaran berikutnya. Guru menyisipkan penjelasan tentang pentingnya solidaritas antar warga masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan saling membantu. Yang pandai dimisalkan sebagai mata air yang diambil terus menerus tidak habis, melainkan mata air tersebut menjadi semakin besar dan semakin jernih. Anak yang pandai jika mau membantu yang lemah menyebabkan ia menjadi semakin cermat dan mantap pemahamannya terhadap materi yang dipelajari sehingga dia justru akan semakin pandai. Ketika kerja kelompok diadakan lagi, anak yang cerdas di kelas terbeut telah berubah sehingga kerja kelompok menjadi hidup dan berubah menjadi kompetensi antar kelompok.

0 komentar:

Poskan Komentar