#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya* <div style='background-color: #217bdb;'><a href='http://news.rsspump.com/' title=''>news</a></div>

Senin, 06 Februari 2012

Peranan Sosiolinguistik Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar

0 komentar
Hmm, setelah sekian banyak saya post tentang software melulu. Kali ini saya akan share tentang bagaimana peranan sosiolinguistik dalam pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh manusia. Banyak para ahli yang memberikan definisi tentang bahasa. Salah satunya yaitu Harimurti Kridalaksana (1993:21) menyatakan bahwa "bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri."


Berbahasa merupakan kegiatan manusia setiap saat dalam berhubungan dengan orang lain. Dilihat dari fungsinya, bahasa merupakan alat mengkomunikasikan perasaan, pikiran, dan gagasan kepada orang lain. Sehingga kegiatan yang paling banyak dilakukan manusia ketika berhubungan dengan orang lain adalah berbahasa, atau dalam bahasa masyarakat awam adalah bertutur kata. Ini diwujudkan dalam bentuk berbahasa secara formal maupun non formal. Dalam tataran formal misalnya bahasa dalam berpidato, presentasi produk, presentasi ilmiah dan lain-lain. Sedangkan berbahasa dalam bentuk non formal bisa dalam bentuk bercanda, ngerumpi, atau sekedar ngobrol-ngobrol (chating).
Dalam proses belajar-mengajar bahasa ada sejumlah variabel, baik bersifat linguistik maupun yang bersifat nonlinguistik, yang dapat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar itu. Variabel-variabel itu bukan merupakan hal yang terlepas dan berdiri sendiri-sendiri, melainkan merupakan hal yang saling berhubungan, berkaitan, sehingga merupakan satu jaringan sistem.
Ruang Lingkup Sosiolinguistik
Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan di atas, maka sosiolinguistik itu terbagi atas dua bagian, yakni:
1. Mikro sosiolinguistik yang berhubungan dengan kelompok kecil. Misalnya sistem tegur sapa.
2. Makro sosiolinguistik yang berhubungan dengan masalah perilaku bahasa dan struktur sosial
Dalam makna sosiolinguistik ada yang dapat digolongkan ke dalam persoalan pokok. Persoalan itu adalah:
1. Tentang profil linguistik, yaitu bagaimana keanekaragaman bahasa mencerminkan keanekaragaman sosial yang biasanya bersifat statistik.
2. Dinamika sosiolinguistik yang diusahakan dengan mencari cirri-cirinya terhadap pelbagai jenis situasi sosiolinguistik yang mencakup:
a. Bidang pemakaian, situasi yang menyebabkan adanya pengalihan pembicaraan
b. Sikap bahasa, baik sikap terhadap bahasa itu sendiri maupun bahasa yang bukan bahasa ibu
c. Proses-proses sosiolinguistik yang berhubungan denagn mekanisme yang menimbulkan pelbagai jenis situasi sosiolinguistik, misalnya:
V pemeliharaan X penggantian bahasa
V diversifikasi X uniformitas
d. Penelitian tentang bahsa-bahasa khusus misalnya penelitian bahasa baku
e. Penelitian tentang topik-topik khusus
Adapun yang tidak merupakan persoalan pokok, yaitu:
1) Masalah perubahan bahasa
2) Masalah bahasa kanak-kanak
3) Relativisme bahasa, misalnya pengaruh bahasa terhadap orientasi dunia dari pemakaiannya.

1. Latar Belakang Historis
Sosiolinguistik adalah ilmu pengetahuan yang empiris. Dikatakan empiris karena ilmu ini didasarkan pada kenyataan-kenyataan yang dapat dilihat setiap hari. Untuk mengetahui kenyataan itu, dapat mempergunakan metode observasi dan eksperimen. Sosiolinguistik dikatakan sebagai ilmu yang teoritis karena pengguna bahasa mengumpulkan dan mengatur gejala-gejala itu berdasarkan teori, membuat penafsiran yang sistematif, dan memformulasi gejala-gejala itu.
Dalam sosiologi bahasa, bahasa bukanlah hal yang dianggap system yang abstrak, tetapi suatu gejala social. Sedangkan dalam sosiolinguistik, ditunjukkan bagaiman pemakaian bahasa saling berpengaruh dalam sikap masyarakat pemakai bahasa yang tercermin dalam pelapisan masyarakat.
Sehubungan dengan pemakaian bahasa pada seseorang, sekiranya dihadapkan dengan apa yang disebut idiolek. Hanya pada idiolek dapat melihat kenyataan psikis pemakaian bahasa karena itu sebagian dari pengetahuan pemakaian bahasa secara individual. Satuan yang lebih besar seperti idiolek dan bahasa hanya merupakan kumpulan dari idiolek-idiolek.
2. Tujuan Pembahasan
Manusia ingin mengetahui sosiolinguistik karena manusia adalah sebagian dari penutur bahasa tertentu. Sebagai penutur bahasa tertentu, manusia dihadapkan dengan berbagai persoalan yang bukan hanya menyangkut bahasa sebagai bahasa, tetapi bahasa sebagai alat komunikasi. Ini menunjuk pada fungsi.
Manusia pun adalah makhluk individual dan sekaligus sebagai makhluk social bahkan sebagian dari warga dunia. Sebagai warga dunia, kita pun memanfaatkan bhasa sebagai alat. Dengan sosiolinguistik dapat dipahami:
a. Pemakaian pada umumnya
b. Keragaman bahasa karena diversifikasi pemakai bahasa
c. Keragaman bahasa karena tingkat sosial pemakai bahasa
d. Sikap berbahasa
e. Loyalitas keutuhan bahasa
Ini semua ditujukan selain untuk menambah wawasan dalam linguistik, juga, dan ini yang terutama, untuk menumbuhkan kesadaran berbahasa yang baik dan menjaga uniformitas bahasa sebagai salah satu tujuan Wawasan Nusantara.
Masyarakat Indonesia bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa dengan dicetuskannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang telah mendorong bangsa ini ke arah pesatuan dalam bahasa. Tak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi apabila bangsa Indonesia tidak berhasil bersatu hanya karena bahasa. Bahkan dengan bahasa Indonesia, kemerdekaan cepat terjelma.
Kini, stelah Bangsa Indonesia merdeka bahkan pada zaman pembanguna dewasa ini dituntut untuk membuat perencanaan, pembinaan, dan pengembangan bahasa. Dan yang mendesak yakni pembakuan bahasa. Dengan demikian, dapat dilihat adanya dua tujuan yang hendak dicapai., tujuan itu ialah:
(a) Teoritis
(b) Praktis
Teoritis dimaksudkan untuk memberikan dasar-dasar teori, bagaimana seseorang memandang bahasa dari segi fungsi. Tujuan praktis, dimaksudkan untuk memberikan kesadaran sehingga tingal sikap berbahasa yang bermuara pada pemeliharaan budaya bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul. 1995. Sosiolinguistik. Jakarta : Rineka Cipta
Cheedar, Alwasilah. 1996. Sosiolinguistik. Bandung : Angkasa
Halim, Amran. 1979. Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta : Depdikbud
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus linguistic e. ketiga. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Mansoer, Pateda. 1987. Linguistik Suatu Pengantar. Bandung : Angkasa
http:/www.google.com. pengajarandanpemerolehan.htm
http:/www.google.com. sumbangan-sosiolinguistik-terhadap.html
http:/www.google.com.Sosiolinguistik%20%C2%AB%20Ngeblog%20Bareng%20Najib%20Chaqoqo.htm
http:/www.google.com.Bahasa%20Melayu%20Riau%20%20Sebuah%20Tinjauan%20Sosiolinguistik%20_%20Melay


Karena ini hanya 25 % dari isi aslinya untuk mengunduhnya silahkan klik disini

0 komentar:

Poskan Komentar