#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya*#Terima kasih telah berkunjung * Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejaknya* Ditunggu ya komentarnya* <div style='background-color: #217bdb;'><a href='http://news.rsspump.com/' title=''>news</a></div>

Senin, 06 Februari 2012

Penerapan Pendekatan Struktural dan Komunikatif pada Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Plus RPP

0 komentar

Pengajaran bahasa Indonesia adalah suatu kegiatan yang bertujuan, dan dilakukan dalam ruang lingkup suatu lembaga pendidikan formal. Dalam pengajaran bahasa Indonesia diperlukan adanya aturan, prosedur dan tata cara pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian tujuan. Dalam istilah metodologi pengajaran disebut pendekatan, metode, dan teknik. Pendekatan pengajaran (teaching approach) adalah suatu rancangan atau kebijaksanaan dalam memulai serta melaksanakan pengajaran suatu bidang studi yang memberi arah dan corak kepada metode pengajarannya dan didasarkan pada asumsi yang berkaitan.


Berbahasa sebagai alat komunikasi adalah menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, yaitu menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain, dari pembicara atau penulis kepada pendengar atau pembaca. Na¬mun dalam praktek pengajaran bahasa, sering kita lupakan fungsi komunikasi bahasa itu, sehingga yang diajarkan ialah pengetahuan tentang bahasa dan bukan keterampilan menggunakan bahasa untuk maksud komunikasi. Sedangkan penggunaan bahasa dalam berbagai fungsinya memerlukan dukungan pemahaman aspek kebahasaan yaitu perihal fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Selain itu juga diperlukan pemahan bagaimana penggunaan bahasa dalam kegiatan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang harus didasarkan pada aktifitas kegiatan berbahasanya.

A. Hakekat Pendekatan Pembelajaran
1. Pengertian Pendekatan
Menurut Resmini, dkk (2006: 31), “Pendekatan adalah cara seseorang memandang sesuatu atau cara seseorang menjelaskan suatu fenomena”.
Pendekatan berguna untuk merumuskan langkah-langkah pencapaian suatu tujuan yang didasarkan pada pengetahuan secara teori maupun konteks. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat dibatasi pada cara seseorang memandang atau menjelaskan tentang pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.
2. Pengertian Pembelajaran
Resmini, dkk (2006: 49) mengemukakan, “Pembelajaran merupakan kegiatan guru dan siswa dalam mencapai tujuan”. Dalam pembelajaran, ada guru yang melaksanakan kegiatan mengajar dan ada siswa yang melaksanakan kegiatan belajar.
Jadi, pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran dapat pula diartikan sebagai bantuan yang diberikan guru agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada siswa. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan baik.
3. Pengertian Pendekatan Pembelajaran 
Para ahli mengutarakan berbagai pengertiannya mengenai pendekatan pembelajaran, di antaranya Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa, 
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Jadi, dapat dikatakan bahwa pendekatan pembelajaran ialah aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran, apakah guru akan menjelaskan pengajaran dengan materi bidang studi yang sudah tersusun dalam urutan tertentu, ataukah dengan menggunakan materi yang terkait satu dengan lainnya dalam tingkat kedalaman yang berbeda, atau bahkan merupakan materi yang terintegrasi dalam suatu kesatuan multi disiplin ilmu.
Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran harus bertolak dari asumsi kegiatan guru, kegiatan siswa, dan kurikulum.
4. Kurikulum
Resmini, dkk (2006: 31) mengemukakan mengenai kurikulum yang dikemukakannya sebagai berikut.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
Hal-hal yang berkenaan dengan pembelajaran bahasa dalam kurikulum mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, yaitu sebagai berikut.
a. Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu pelajaran bahasa Indonesia diarahkan pada peningkatan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tulisan.
b. Pembelajaran bahasa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan penggunaan bahasa.
c. Pembelajaran bahasa mencakup empat keterampilan dasar, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
d. Pembelajaran kosakata disajikan di dalam konteks wacana yang dipadukan dalam kegiatan pembelajaran percakapan, menulis, dan pembelajaran sastra.
e. Bahasa sebagai alat komunikasi digunakan sesuai dengan fungsi dan tujuan berbahasa itu sendiri.
f. Bahan pembelajaran kebahasaan mencakup lafal, intonasi, dan ejaan diintegrasikan dalam bahan pembelajaran lain, di antaranya bahan pembelajaran menulis dan percakapan.
g. Penilaian proses dan hasil belahar pelajaran bahasa dan sastra Indonesia mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap berbahasa (Resmini, dkk: 2006).

B. Pendekatan Pembelajaran Bahasa
1. Pendekatan Struktural
a. Pengertian Pendekatan Struktural
Pendekatan struktural merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang dilandasi oleh asumsi yang menganggap bahasa sebagai kaidah. Atas dasar anggapan tersebut timbul pemikiran bahwa pembelajaran bahasa harus mengutamakan penguasaan kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa. Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa melalui pendekatan ini menitikberatkan pengajaran bahasa pada pengetahuan atau kaidah tata bahasa. Siswa belajar bahasa dimulai pengetahuan tentang struktur bahasa yang tercakup dalam fonologi, mofologi, dan sintaksis. Dalam hal ini pengetahuan tentang pola-pola kalimat, pola kata, dan suku kata menjadi sangat penting. Dengan struktural, siswa akan menjadi cermat dalam menyusun kalimat, karena mereka memahami kaidah-kaidahnya.
b. Ciri-ciri Pendekatan Struktural
Menurut Dendy Sugono (1996: 8), ciri-ciri pendekatan struktural antara lain sebagai berikut.
1) Inti pengajaran bahasa adalah penghafalan kaidah-kaidah tata bahasa.
2) Tata bahasa diajarkan secara deduktif, yaitu pemberian kaidah-kaidah tata bahasa kemudian diberi latihan.
3) Unit mendasar adalah kelimat, kaidah atau latihan berfokus pada kalimat-kalimat lepas.
Berdasarkan hal di atas, pendekatan struktural ini dapat menghasilkan siswa yang hafal kaidah-kaidah bahasa, namun mereka kurang terampil dalam pemakaian bahasa itu sendiri. Dengan kata lain, siswa menjadi kuat pengetahuan bahasanya, tetapi lemah dalam kemampuan berbahasanya.
 (Ini hanya 25% dari aslinya, untuk membaca versi lengkapnya silahkan download aslinya.

==========* download *=========
Pendekatan Komunikatif dan Struktural klik disini
RPP Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Komunikatif & Struktural klik disini


DAFTAR PUSTAKA
Djuanda, Dadan. (2006). Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Komunikatif dan Menyenangkan. Jakarta:     Departemen Pendidikan Nasional.

Resmini, dkk. (2006). Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: UPI PRESS

Syafi’ie, Sudarmi. (1995). Implementasi Kurikulum Guruan Dasar 1994 Pelajaran Indonesia. Solo: Tiga Serangkai.
 
Sudrajat, Akhmad. (2008). Pendekatan, Strategi, Metode, dan Model Pembelajaran. Tersedia: http://akhmadsudrajat.wordpress.com. 10 Februari 2011. 

Sugono, Dendy. (1996). Lancar Berbahasa Indonesia 4: Petunjuk Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Zuchdi, Darmiyati dan Budiasih. (1997). Guruan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.






0 komentar:

Poskan Komentar